Friday, March 27, 2009

Berbisnis Baju impor

Mahalnya harga pakaian di butik dan pusat perbelanjaan jelang Lebaran membuat masyarakat mencari yang jual pakaian import yang tak kalah gayanya. Pilihannya, pakaian import bekas. Maka tak heran, menjelang lebaran kali ini, sejumlah toko yang jual pakaian impor menawarkan pakaian import bekas terus diserbu masyarakat.

Seperti yang terlihat di toko milik Sa'diah yang membuka usaha jual pakaian import yang terletak di Jalan Adi Sucipto. Hampir setiap hari di tokonya yang jual pakaian impor terlihat ramai dikunjungi oleh konsumen. Apalagi wanita tersebut, hampir setiap minggu membuka baju import yang sengaja didatangkannya dari Malaysia, sehingga banyak konsumen terutama ibu rumah tangga yang tergiur untuk membeli ditempatnya.

Beberapa pengunjung ketika ditanya mengaku tidak malu mencari pakaian pakaian impor bekas tersebut, karena sudah terbiasa dan banyak pula warga terbaur membeli terbilang kaya dan datang dengan mobil pribadi dan membeli dari jual baju import tersebut.

Menurut salah seorang pengunjung, Maryana, yang menarik pula dari pembelian baju impor bekas tersebut, adalah bisa untung besar, karena tak jarang seorang pembeli baju import ternyata di dalam sakunya terdapat beberapa lembar mata uang dolar AS, dan mata uang yen, setelah di tukar hasilnya jutaan rupiah. "Tapi itu kebetulan saja. Yang pasti, pakaian yang dibeli ini selain harganya jauh lebih murah dari pakaian baru, kualitasnya juga bagus dan modelnya juga tidak kalah dengan yang lagi ngetren sekarang ini," ungkapnya.

Sementara menurut Sa'diah, mereka memperoleh dagangan pakaian impor dari seorang jual baju impor besar dari negeri jiran. Meski dianggap barang illegal, namun ia mengaku memasukan barang melalui jalur yang legal. Dan pakaian bekas yang disebut-sebut, menurutnya pula didatangkan dari negara Hongkong, Jepang, Korea Selatan dengan berbagai merk seperti merk crocodile atau lacosty berlambang buaya, merk arnold palmer berlambang payung, merk hammer, merk nina ricy, nike, adidas, levis dan lain merk lainnya.

Hal menarik walau baju impor tersebut merk terkenal, mungkin karena terbilang bekas harganya relatif murah, sebagai contoh sebuah baju kaos dengan kondisi sekitar 60 persen hanya senilai Rp15 ribu per lembar. Harga tersebut bila dibandingkan dengan harga pakaian serupa tetapi baru yang dipajang di berbagai departement store dan pusat penjualan pakaian lainnya, bisa antara Rp300 ribu hingga tertera Rp400 ribu per lembar.

Dengan usaha jual baju import ini mereka bisa mendapatkan untung yang lumayan besar, dengan usaha jual baju impor ini pun mereka bisa membiayai kebutuhan kebutuhan rumah tangga mereka.

http://arsip.pontianakpost.com

Temui semua

Baju Import - Pakaian Import - Jual Baju Impor - Baju Impor - Pakaian Impor - Jual Pakaian Impor -
Jual Baju Import - Jual Pakaian Import
Baju Import & Pakaian Impor : Jual Baju Impor & Pakaian Import Jakarta semua ada di 88DB.COM

No comments:

Post a Comment

Post a Comment