Thursday, February 18, 2010

Bahan Lantai dari Kaca

Kaca dapat membuat ruangan jadi unik. Eksplorasi material dibutuhkan agar suasana ruang menjadi sangat khas dan unik.

Kalau ingin memperoleh lantai yang khas dan unik, cobalah berkreasi dengan
bahan bangunan yang ada. Cara yang paling banyak dilakukan adalah memadukan warna, desain, dan tekstur bahan bangunan yang biasa dipergunakan untuk lantai. Misalnya memadukan aneka warna, desain, dan tekstur keramik, atau memadu batu dan kayu.


Keramik, kayu, atau batu memang telah menjadi bahan finishing lantai yang populer di kalangan pemilik rumah. Di luar ketiga bahan finishing itu sebetulnya kaca juga dapat dipergunakan sebagai lantai.


Kehadiran kaca sebagai lantai memang masih dirasa riskan. Terlebih semua orang sepakat bahwa kaca memiliki potensi bahaya lebih besar. Pecahan kaca, apapun bentuknya dapat mencederai tubuh manusia.


Di sisi lain, memanfaatkan kaca sebagai bahan finishing lantai dapat memberi nuansa modern pada sebuah ruang. Menggunakan kaca transparan pada lantai, memudahkan orang melihat di bagian bawah ruangan sehingga memberikan kesan sebuah ruang yang melayang.


Perlu kehati-hatian dalam mengaplikasikan kaca sebagai lantai. Ada dua tipe kaca yang dapat dipergunakan sebagai lantai: laminated glass dan wired glass. Laminated glass merupakan gabungan dari dua lempeng kaca. Di antara kedua lempeng itu diletakkan polyvinyl film. Lembar polyvinyl ini berfungsi untuk merekatkan kaca seandainya retak atau pecah.


Agak berbeda halnya dengan wired glass. Wired glass memiliki struktur lempeng kawat pada bagian tengahnya. Lempeng kawat ini berfungsi untuk memperkuat konstruksi kaca, sehingga dapat menahan beban lebih berat.


Di luar kedua tipe kaca tadi, perlu juga dipilih kaca yang telah melalui proses tempered. Proses ini membuat kaca menjadi lebih kuat. Jika pecah, kaca dapat menjadi butiran-butiran halus, sehingga meminimalkan potensi bahayanya.


Untuk lantai, kombinasi kekuatan struktur dan proses tempered sangat penting. Terlebih jika lantai kaca itu nantinya bakal menerima beban berat. Selain tipe kaca, perlu juga diperhatikan soal konstruksi penyangga lantai kacanya. Tiap lembar kaca memiliki tingkat kekuatan berbeda-beda. Untuk membuat kaca kuat menyangga beban, maka diperlukan konstruksi yang cermat dan kokoh.


Konstruksi lantai dapat dibuat dari beton bertulang atau dari besi. Karet perlu ditambahkan pada area pertemuan kaca dan rangka konstruksi. Fungsinya sebagai peredam kejut ketika tiba-tiba kaca menerima beban berat. Dengan begitu, kaca tak langsung bersentuhan/berbenturan dengan benda keras, yang nota bene merupakan salah satu penyebab kaca retak dan pecah. Dengan begitu, kaca dapat menjadi lantai yang unik dan aman tentunya.


www.ideaonline.co.id

No comments:

Post a Comment

Post a Comment