Wednesday, April 14, 2010

Butik Pakaian Untuk Calon Pengantin



Tampil cantik dalam balutan gaun yang sophisticated dan romantis dalam momen yang tak terlupakan adalah dambaan setiap mempelai pengantin. Bagi Anda yang memakai busana muslimah, hal tersebut juga bisa diwujudkan.

Bila selama ini para pengantin yang memakai busana muslimah hanya memakai kebaya yang ditambah kerudung, kini muncul alternatif baru gaun pengantin yang elegan namun tetap menutup aurat. Irna La Perle adalah butik pakaian yang mengkhususkan diri merancang gaun-gaun pengantin muslimah tersebut.

"Selama ini saya melihat para pengantin yang berjilbab hanya memakai kebaya tradisional lalu ditambah kerudung. Itu alasan saya membuat sesuatu yang lain untuk mengakomodasi kebutuhan ini," ujar Irna Mutiara, desainer di butik Irna La Perle.

Irna mengatakan, meski dibuat untuk mempelai muslimah, gaun yang dibuat lebih bergaya universal. "Meski sesuai kaidah tapi gaunnya tidak kearab-araban," katanya. Irna mengaku inspirasi untuk membuat rancangannya tetap berasal dari tren yang sedang berkembang di dunia. "Biasanya saya mengikuti tren warna, style, dan ragam hiasnya," kata perancang asal Bandung ini di butiknya di wilayah Kemang, Jakarta.

Untuk warna, Irna tidak selalu memakai putih yang identik dengan gaun pengantin. Ia juga membuat gaun-gaun cantik berbagai warna, mulai dari krem, abu-abu, hingga warna pastel atau sesuai keinginan si mempelai sendiri.

Untuk menampilkan kesan elegan, Irna menitik beratkan perhatian pada bagian kerudung. Kerudung yang berfungsi menutup seluruh rambut ia buat sedemikian rupa menjadi pusat perhatian. "Bila baju berpotongan simpel, kerudung harus agak extravagant. Ini adalah ciri gaun pengantin muslim," ujarnya. Bila rambut ingin dihiasi bunga, Irna menyarankan untuk memilih bunga berjenis kontemporer, seperti bunga lily atau mawar putih berukuran besar.

Sementara itu, untuk pemilihan bahan, Irna memilih bahan sifon, taffeta, lace, tule, shifon, dan organdi. Namun, Irna tampaknya lebih menyukai mengolah bahan polos. Misalnya saja pada sebuah gaun berbahan organdi warna off-white yang ditempel hiasan daun-daun pada bagian bawah gaun yang mencuri perhatian. Ia juga menggunakan manik, kristal, dan pita-pita besar.

Irna mengatakan bahwa bisnis butik pakaian ini sangat cerah. Terbukti dari banyaknya pesanan yang datang, mencapai 10 gaun, padahal butik ini baru berusia tiga bulan. Setiap potong gaun berkisar antara 5-10 juta untuk kategori first line dan 10-20 juta untuk kelas premium. "Perbedaan hanya ada pada material gaun, selebihnya kami memberi pelayanan yang sama," kata Irna yang juga membuatkan jas pengantin pria ini.

nasional.kompas.com

No comments:

Post a Comment

Post a Comment