Monday, April 5, 2010

Gaun Pengantin Klasik-Modern ala Tina Andrean

Pernikahan yang langgeng dan penuh cinta merupakan impian setiap pasangan pengantin yang bertukar ikrar. Ikrar sakral untuk selalu bersama mengarungi hidup dan memulai keluarga bersama. Tentunya hari penuh bahagia tersebut akan sangat bermakna dan ingin dikejap selama mungkin. Pada hari tersebut, setiap wanita pasti ingin tampil sebaik-baiknya agar bisa terus dikenang lewat foto. Karena itu, penting untuk memilih gaun yang tepat. Tina Andrean menawarkan baju pengantin yang diberi tema ”Royal of Timeless” untuk mengakomodasi hal tersebut.

Bertempat di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, beberapa waktu lalu, perancang
baju pengantin, Tina Andrean, memeragakan koleksi terbarunya yang menggunakan detail abad ke-18 dengan sentuhan modern. ”Saya mendapatkan inspirasi untuk mendesain koleksi ini dari perjalanan ke Monako, Paris, Niece, dan Cannes. Di Monako, saya berkunjung ke museum kerajaan. Di sana terdapat gaun-gaun pengantin yang disimpan sejak 200 tahun lalu. Saat itu, gaun pengantin dibuat dengan tangan. Saya melihat ada keabadian di dalamnya,” ungkap Tina saat konferensi pers, sebelum peragaan.


Tina menerangkan, gaya abad ke-18 ia tuangkan dalam detail rok bertumpuk, ruffle, juga lipit, yang jika sekarang digunakan, mungkin akan terlihat kuno. Namun, ia memodifikasikannya dengan gaya modern yang lebih lembut. Seperti diketahui, Tina memang mengincar pasar kelas menengah ke atas yang, menurut dia, masih ada dan akan terus ada. Bahkan, pasar ini terus meningkat sejak akhir tahun lalu. Pasar ini menginginkan gaun-gaun pengantin yang cenderung mewah dan megah. Karena itu, Tina menggunakan bahan-bahan dengan gaya yang megah dengan detail yang cukup rumit. Dari lipit-lipit, penggunaan lace brocade, silk satin, silk chiffon, hingga batu-batu kristal.


Baju pengantin
yang diperagakan malam itu terbagi menjadi tiga bagian. Yang pertama, Royal Slim, merupakan gaun berpotongan slim cut dengan garis rancangan semi mermaid dan semi A-line. Potongan di bagian dada berbentuk sweetheart, kerah Chinese, yang dipermanis dengan slayer dan selendang bolero. Yang kedua, Royal White, adalah koleksi yang lebih mewah dengan rancangan semi ballgown, diberi detail lipit, kerut, rok tumpuk, pita, dan bolero yang bagian lengannya menggelembung. Koleksi ini memberikan kesan unik, perpaduan antara keanggunan putri bangsawan dan gaya yang modern. Warna putih yang sudah jarang digunakan dalam gaun pengantin mulai digunakan lagi oleh Tina. Menurut dia, warna ini masih bisa terlihat relevan jika pas dipadukan dengan detail yang tepat dan ia memilih warna perak untuk membuat warna ini lebih terlihat abadi. Yang terakhir, Royal Ivory, adalah baju pengantin dengan desain ala kerajaan masa lalu, desainnya klasik, dilengkapi dengan bolero pendek, dipermanis dengan sulaman kristal. Warna-warna yang digunakan adalah warna champagne, soft gold, ivory, dan offwhite.


female.kompas.com

No comments:

Post a Comment

Post a Comment